Angga Purwana ~ Relawan TIK Asal Cimahi dan Pandangannya tentang Dunia IT - Purwana Tutorial Website App Games untuk Pemula
    Trik Kilat Kuasai Media Software Aplikasi, Website, Game, & Multimedia untuk Pemula...

Post Top Ad

Sabtu, 30 Agustus 2025

Angga Purwana ~ Relawan TIK Asal Cimahi dan Pandangannya tentang Dunia IT

Perkembangan teknologi informasi (TI) di Indonesia dalam dua dekade terakhir telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dari urusan komunikasi, pendidikan, bisnis, hingga hiburan, hampir tidak ada bidang yang luput dari pengaruhnya. Namun, di balik pesatnya perkembangan tersebut, selalu ada sosok-sosok yang memberikan kontribusi, baik secara langsung maupun melalui gagasan serta karya yang mereka torehkan. Salah satu di antaranya adalah Angga Purwana, seorang Relawan TIK asal Cimahi yang kini berprofesi sebagai Senior Software Engineer di sebuah usaha swasta di Bandung. Angga Purwana: Ini Bukti Nyata AI Bikin Gen Z Sulit Cari Kerja


Angga Purwana ~ Relawan TIK Cimahi



Tulisan ini akan membahas perjalanan Angga Purwana, motivasi, karya, hingga pesan-pesannya tentang dunia IT saat ini. Lebih jauh lagi, kita akan melihat bagaimana pandangan seorang praktisi sekaligus relawan dapat menjadi cermin bagi generasi muda yang tengah mencari arah di tengah derasnya arus teknologi modern.


Latar Belakang Pendidikan dan Awal Ketertarikan pada Informatika

Angga Purwana memulai perjalanannya di dunia pendidikan formal dengan menempuh kuliah terapan teknik komputer & informatika dari tahun 2005. Tidak berhenti di situ, ia juga melanjutkan studi pada program ekstensi sarjana teknik informatika. Hal ini menunjukkan ketertarikan yang mendalam pada perangkat komputer dan segala hal yang berhubungan dengan dunia teknologi informasi.


Namun, uniknya, ketika ditanya soal motivasi awal —kenapa mengambil jurusan informatika?— Angga justru menyampaikan sesuatu yang cukup jujur: ia termasuk golongan orang-orang yang bingung. Kebingungan ini bukan sekadar tentang jurusan kuliah, melainkan juga tentang arah hidup setelah lulus kuliah, setelah bergabung dengan Relawan TIK, lalu apa langkah selanjutnya?


Kebingungan inilah yang pada akhirnya menjadi bahan bakar untuk eksplorasi. Dari situlah Angga sempat membangun sebuah portal website dengan domain “CariCalan.Biz.id”, yang ditujukan untuk menjawab berbagai macam kebingungan orang-orang di sekitarnya. Sebuah ide sederhana, tetapi sarat makna—bahwa teknologi bisa digunakan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang membingungkan masyarakat, sekaligus menjadi tempat mencari jalan keluar.


Karier sebagai Senior Software Engineer

Saat ini, Angga Purwana bekerja sebagai Senior Software Engineer di sebuah usaha swasta yang berbasis di Bandung dan satu kantor representatif di Jakarta. Posisi ini tentu bukan pencapaian yang sederhana, karena selain membutuhkan keterampilan teknis yang kuat, juga dibutuhkan pengalaman panjang dalam menangani berbagai proyek perangkat lunak.


Dari karier inilah Angga kemudian menginisiasi sebuah platform open source dengan modal awal filosofi sederhana: “Amati, Tiru, Modifikasi.” Platform ini dirancang untuk memudahkan pembuatan aplikasi dengan berbagai keperluan, seperti alur proses dokumen, alur pengajuan, hingga alur proses persetujuan. Dengan kata lain, Angga mencoba menghadirkan solusi digital yang bisa diadopsi oleh berbagai organisasi atau institusi sesuai kebutuhan mereka.


Konsep open source yang ia kembangkan sangat sejalan dengan semangat gotong royong di dunia TI. Alih-alih membatasi akses, Angga justru membuka ruang agar siapa pun bisa belajar, memanfaatkan, bahkan memodifikasi platform tersebut sesuai kebutuhan. Hal ini mencerminkan sikapnya sebagai relawan, yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, tetapi juga kebermanfaatan bersama.


Filosofi Kebingungan sebagai Sumber Kreativitas

Salah satu hal yang menarik dari perjalanan Angga adalah bagaimana ia mengelola kebingungan. Banyak orang menganggap kebingungan sebagai hambatan, bahkan sebagai kelemahan. Namun, bagi Angga, kebingungan justru menjadi bahan bakar kreativitas.


Portal CariCalan.Biz.id yang ia buat adalah contoh nyata bagaimana kebingungan bisa diolah menjadi sebuah wadah pencarian solusi. Alih-alih menyerah dengan ketidakpastian, ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk membantu orang lain yang mengalami hal serupa.


Filosofi ini sejatinya sangat relevan di dunia TI saat ini. Di tengah derasnya arus teknologi baru, tidak jarang orang merasa bingung untuk menentukan arah: apakah harus belajar kecerdasan buatan (AI), data science, pengembangan aplikasi mobile, atau keamanan siber? Dengan sikap seperti Angga, kebingungan itu bisa dijadikan titik tolak untuk mencari jalan baru yang lebih kreatif.


Pandangan tentang Dunia IT Saat Ini

Menurut Angga Purwana, membangun motivasi di dunia IT zaman sekarang sangatlah berat. Alasannya sederhana: meskipun teknologi semakin dibutuhkan, tetapi kebutuhan akan sistem informasi (terutama berbasis komputer) bisa dikatakan sebagai kebutuhan tersier.


Pandangan ini mungkin terdengar kontradiktif dengan kenyataan bahwa hampir semua orang kini menggunakan smartphone yang terkoneksi internet. Namun, di balik itu, Angga ingin menekankan realitas yang lebih mendasar. Misalnya, sistem informasi berbasis komputer tidak akan berjalan tanpa listrik. Padahal, listrik sendiri masih masuk dalam kategori kebutuhan sekunder.


Artinya, seberapa pun canggihnya teknologi yang kita kembangkan, ada batasan fundamental yang tidak bisa diabaikan. Hal ini menjadi pengingat bahwa sebagai pengembang sistem, kita harus realistis melihat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Tidak semua orang bisa atau mau mengalokasikan sumber daya mereka untuk teknologi informasi jika kebutuhan dasar mereka belum sepenuhnya terpenuhi.


Karya dan Kontribusi: Platform Open Source “Amati, Tiru, Modifikasi”

Platform yang dikembangkan Angga Purwana merupakan salah satu contoh kontribusi nyata yang lahir dari pengalamannya di dunia kerja sekaligus semangatnya sebagai relawan. Dibuat dengan filosofi “Amati, Tiru, Modifikasi”, platform ini memungkinkan pengguna untuk:


  1. Mengamati alur proses standar yang sudah ada.
  2. Meniru mekanisme tersebut untuk kebutuhan serupa.
  3. Memodifikasi sesuai dengan konteks organisasi masing-masing.


Dengan pendekatan ini, organisasi tidak perlu membangun sistem dari nol. Mereka bisa memanfaatkan template yang sudah ada, lalu menyesuaikannya dengan kebutuhan.


Filosofi ini juga mencerminkan budaya belajar di dunia teknologi. Banyak inovasi besar lahir dari kebiasaan mengamati, meniru, lalu memodifikasi sesuatu yang sudah ada. Dengan merangkul open source, Angga memberikan ruang bagi lebih banyak orang untuk belajar sekaligus berkontribusi.


Peran sebagai Relawan TIK

Sebagai bagian dari komunitas Relawan TIK, Angga Purwana tidak hanya bekerja di balik layar sebagai software engineer, tetapi juga aktif berbagi pengetahuan dengan masyarakat. Relawan TIK adalah wadah bagi para praktisi dan penggiat teknologi untuk mendukung literasi digital masyarakat Indonesia.


Keterlibatannya menunjukkan bahwa Angga memahami pentingnya transfer ilmu dan pengalaman. Dunia TI bukan hanya soal teknologi mutakhir, tetapi juga soal bagaimana masyarakat bisa memanfaatkannya dengan bijak. Dalam konteks ini, Angga berperan sebagai jembatan antara teknologi dan masyarakat.


Melalui keterlibatannya, ia juga memberikan inspirasi bahwa seorang praktisi tidak harus terjebak hanya dalam ruang kerja profesional. Ada kontribusi sosial yang juga bisa diberikan, terutama dalam mendukung literasi digital masyarakat luas.


Pesan Penting: Jangan Latah

Salah satu pesan yang selalu diingat Angga Purwana berasal dari seorang guru olahraga saat ia masih sekolah di SMPN 1 Cimahi, yaitu Bapak Suherman. Pesannya sangat sederhana: “Jangan latah.”


Dalam konteks sekarang, pesan ini bisa dimaknai sebagai ajakan untuk tidak mudah terjebak dalam fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau fanatisme berlebihan terhadap suatu tren. Dunia TI sangat dinamis; hampir setiap bulan ada teknologi, framework, atau tools baru yang bermunculan. Jika terlalu latah mengikuti semuanya, justru bisa kehilangan fokus dan arah.


Dengan sikap ini, Angga mengajarkan pentingnya konsistensi dan selektivitas dalam belajar maupun bekerja di bidang TI. Tidak semua hal harus diikuti. Yang penting adalah memahami kebutuhan, lalu memilih teknologi yang relevan untuk menjawabnya.


Refleksi: IT sebagai Jalan Panjang, Bukan Sekadar Tren

Kisah dan pandangan Angga Purwana memberikan refleksi penting tentang dunia TI saat ini:


  1. Kebingungan adalah hal wajar. Justru dari kebingungan, ide-ide kreatif bisa muncul.
  2. Motivasi perlu dibangun dengan kesadaran realitas. Tidak semua teknologi langsung menjadi kebutuhan primer masyarakat.
  3. Kontribusi sosial sama pentingnya dengan karya teknis. Melalui Relawan TIK, Angga membuktikan bahwa berbagi pengetahuan bisa berdampak luas.
  4. Jangan latah. Fokus pada yang relevan lebih penting daripada sekadar ikut-ikutan.


Perjalanan Angga Purwana, dari seorang mahasiswa yang kebingungan menentukan arah, hingga menjadi Senior Software Engineer dan Relawan TIK, adalah cerita inspiratif yang bisa menjadi cermin bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa kebingungan bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan.


Dengan karya open source-nya, kontribusinya di Relawan TIK, serta pandangannya yang realistis tentang dunia IT, Angga memberikan teladan bahwa teknologi harus selalu berpijak pada kebutuhan nyata manusia.


Pesan terakhirnya, “jangan latah”, menjadi pengingat sederhana namun kuat bahwa di tengah derasnya arus teknologi, kita tetap perlu menjaga fokus, konsistensi, dan arah. Dunia IT bukan sekadar tentang mengikuti tren, tetapi tentang membangun solusi yang benar-benar bermanfaat.

Post Top Ad